Logam yang Ringan, Kuat, dan Multifungsi
Aluminium adalah logam yang paling banyak digunakan di dunia, setelah besi dan baja. Hal ini dikarenakan aluminium memiliki sifat-sifat yang sangat menguntungkan, yaitu ringan, kuat, tahan korosi, dan mudah dibentuk.
Aluminium murni memiliki massa jenis yang hanya 2,7 gram per sentimeter kubik, sehingga lebih ringan dari baja yang memiliki massa jenis 7,8 gram per sentimeter kubik. Hal ini menjadikan aluminium sebagai logam yang ideal untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan yang tinggi, namun dengan bobot yang ringan.
Selain ringan, aluminium juga merupakan logam yang kuat. Kekuatan tarik aluminium adalah sekitar 310 megapascal, yang setara dengan kekuatan baja. Hal ini menjadikan aluminium sebagai bahan yang ideal untuk berbagai aplikasi struktural, seperti jembatan, gedung, dan pesawat terbang.
Aluminium juga merupakan logam yang tahan korosi. Lapisan oksida yang terbentuk pada permukaan aluminium dapat melindungi logam tersebut dari korosi akibat pengaruh udara dan air. Hal ini menjadikan aluminium sebagai pilihan yang tepat untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap korosi, seperti bahan kemasan dan peralatan dapur.
Aluminium juga merupakan logam yang mudah dibentuk. Aluminium dapat dicetak, dipotong, dan dilas dengan mudah. Hal ini menjadikan aluminium sebagai bahan yang serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi, mulai dari kemasan makanan hingga pesawat terbang.
**Kegunaan Aluminium**
Aluminium memiliki berbagai kegunaan yang luas di berbagai bidang, antara lain:
* **Industri**: Aluminium digunakan untuk berbagai aplikasi industri, seperti pembuatan pesawat terbang, mobil, kapal, peralatan listrik, dan kemasan makanan.
* **Konstruksi**: Aluminium digunakan untuk pembuatan jembatan, gedung, dan bangunan lainnya.
* **Otomotif**: Aluminium digunakan untuk pembuatan komponen-komponen otomotif, seperti rangka, mesin, dan body.
* **Elektronik**: Aluminium digunakan untuk pembuatan kabel listrik, komponen elektronik, dan baterai.
* **Kemasan**: Aluminium digunakan untuk pembuatan kemasan makanan, minuman, dan produk lainnya.
**Prosesi Pembuatan Aluminium**
Aluminium diproduksi dari bauksit, yaitu mineral yang mengandung alumina (Al2O3). Bauksit diolah menjadi alumina melalui proses Bayer, yaitu proses ektraksi alumina dari bauksit dengan menggunakan larutan natrium hidroksida. Alumina kemudian dielektrolisis untuk menghasilkan aluminium murni.
Proses produksi aluminium membutuhkan energi listrik yang cukup besar. Hal ini menjadikan aluminium sebagai logam yang relatif mahal. Namun, aluminium memiliki banyak kelebihan yang menjadikannya sebagai logam yang sangat populer dan banyak digunakan di berbagai bidang.
